Limbah yang dihasilkan industri pengolahan kulit adalah limbah yang sangat kompleks dan memiliki potensi bahaya bagi lingkungan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 22 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), limbah dari proses pengolahan kulit dikategorikan sebagai limbah B3 karena mengandung senyawa berbahaya seperti kromium, sulfida, amonia serta bahan …
Penelitian efektifitas koagulan PAC untuk mengolah limbah penyamakan kulit dilakukan untuk menentukan pH dan mengetahui %efektifitas PAC dalam menurunkan BOD, COD, krom, TSS, sulfide, ammonia, dan pH. Metode jar tes dilakukan dengan gelas beaker yang diisi dengan limbah cair masing-masing 300 mL. Rangkaian percobaan jar tes menggunakan alat flokulator dengan variasi pH yaitu 4, 5, 6, 7, 8, 9 de…
Penelitian efektifitas koagulan PAC untuk mengolah limbah penyamakan kulit dilakukan untuk menentukan pH dan mengetahui %efektifitas PAC dalam menurunkan BOD, COD, krom, TSS, sulfide, ammonia, dan pH. Metode jar tes dilakukan dengan gelas beaker yang diisi dengan limbah cair masing-masing 300 mL. Rangkaian percobaan jar tes menggunakan alat flokulator dengan variasi pH yaitu 4, 5, 6, 7, 8, 9 de…
Material Komposit Ag-SiNWs merupakan material agen anti infrared yang diaplikasikan pada proses pelapisan leather agar dapat menahan panas dan antiradiasi sinar infrared. Metode sintesis material komposit AgSiNWs ini dilakukandengan menggunakan bahan baku berupa abu sekam padi dan juga katalis AgNPs yang dihasilkan dari proses self-assembly menggunakan estrak buah belimbimng wuluh untuk …