Penelitian efektifitas koagulan PAC untuk mengolah limbah penyamakan kulit dilakukan untuk menentukan pH dan mengetahui %efektifitas PAC dalam menurunkan BOD, COD, krom, TSS, sulfide, ammonia, dan pH. Metode jar tes dilakukan dengan gelas beaker yang diisi dengan limbah cair masing-masing 300 mL. Rangkaian percobaan jar tes menggunakan alat flokulator dengan variasi pH yaitu 4, 5, 6, 7, 8, 9 de…
Penelitian ini bertujuan untuk penganekaragaman industri penyamakan kulit dengan bahan baku kulit ikan nila yang merupakan limbah industri filet ikan. Metode penyamakannya menggunakan Gambir sebagai produk ramah lingkungan dan banyak dihasilkan di dalam negeri. Ketersediaan gambir cukup banyak, hal ini terlihat dari luas tanaman gambir Sumatera Barat ±19.575 ha dengan total produksi 7.582,0…
Penelitian efektifitas koagulan PAC untuk mengolah limbah penyamakan kulit dilakukan untuk menentukan pH dan mengetahui %efektifitas PAC dalam menurunkan BOD, COD, krom, TSS, sulfide, ammonia, dan pH. Metode jar tes dilakukan dengan gelas beaker yang diisi dengan limbah cair masing-masing 300 mL. Rangkaian percobaan jar tes menggunakan alat flokulator dengan variasi pH yaitu 4, 5, 6, 7, 8, 9 de…
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penyamakan alternatif ramah lingkungan dengan menggunakan bahan Silika-Alumina. Penelitian dilakukan dengan bahan baku kulit pikle kemudian dilakukan tanning dengan menggunakan Si-Al dengan variasi A(2%Si dan 2%Al), B (3%Si dan 3%Al), C (4%Si dan 4% Al), D (8% Si), E (8%Al). pH akhir penyamakan dibuat dibawah 4,5. Hasil menunjukkan terjadinya ken…
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh berat pengggunaan H2SO4 dalam pebuatan bahan penyamak krom tereduksi. Bahan baku yang digunakan adalah garam Na2Cr2O7, molases dan H2SO4 dan diperlukan kontrol pada saat penambah molases dan H2SO4 karena reaksinya bersifat eksotermis. Cairan krom tereduksi dibuat dengan melakukan variasi berat pengggunaan H2SO4, yaitu; 15,5gr, 16,6gr, 18,2gr, …
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi; jenis bahan film, jumlah lapisan film dan konsentrasi TiO2 pada pelapisan kulit finish kambing. Variasi jumlah lapisan adalah; 0, 1, 2 dan 3 lapisan, sedangkan variasi konsentrasi TiO2 adalah; 0%, 0,5%, 1%, 1,5% dan 2%. Film dibuat menggunakan polimer dari Nitroselulosa berpelarut air (NC-W), Poliuretan berpelarut air (PU-W) dan Poli…
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi; jenis bahan film, jumlah lapisan film dan konsentrasi TiO2 pada pelapisan kulit finish kambing. Variasi jumlah lapisan adalah; 0, 1, 2 dan 3 lapisan, sedangkan variasi konsentrasi TiO2 adalah; 0%, 0,5%, 1%, 1,5% dan 2%. Film dibuat menggunakan polimer dari Nitroselulosa berpelarut air (NC-W), Poliuretan berpelarut air (PU-W) dan Poli…
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah cair BHO penyamakan kulit untuk dibuat biogas dan mengkaji pengaruh effluent digester aktif pada pembuatan biogas secara co- digestion limbah cair BHO dan kotoran sapi. Percobaan diawali dengan analisis karakter limbah cair BHO penyamakan kulit. dilakukan secara batch dalam digester biogas anaerob. Percobaan dimulai dengan memasukkan bahan bak…
Chrome merupakan salah satu bahan penyamak mineral yang terbukti bersifat toxic karena sangat mudah mengalami oksidasi menjadi Cr (VI), walaupun pada awal proses penyamakan digunakan Cr (III). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencegah oksidasi chrome pada proses penyamakan kulit kambing menggunakan bahan antioksidan molasses. Metode penyamakan menggunakan drum. Digunakan kulit kambing pi…